Pengertian dan Manfaat Supply Chain Management
PENGERTIAN DAN MANFAAT SCM
Nama :
1. Fairuz Rahman (1501153721)
2. Arvin Tobias (1501150625)
3. Kevin Samantha (1501155802)
4. Charles (1501149232)
Rantai
pasokan mencakup semua bagian diantaranya suppliers, produsen,
distributor dan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam memenuhi permintaan pelanggan. Rantai pasokan meliputi tidak hanya
pada pembuat dan suppliers tetapi juga pengangkut, gudang, pengecer,
dan bahkan pelanggan itu sendiri.
Pada
tiap-tiap organisasi seperti perusahaan manufaktur, rantai pasokan
meliputi seluruh fungsi-fungsi yang terlibat dalam penerimaan dan
pengisian permintaan pelanggan. Fungsi ini termasuk, tetapi tidak
dibatasi, perkembangan produk baru, pemasaran, operasi, distribusi,
keuangan, dan customer service.
Rantai pasokan merupakan hal yang dinamis dan melibatkan aliran informasi yang konstan, produk, dan keuangan antar tingkat-tingkat yang berbeda. Pada kenyataannya, tujuan utama dari berbagai rantai pasokan adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dan dalam prosesnya, menghasilkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Rantai pasokan menimbulkan gambaran atas pergerakan produk atau pasokan dari supplier kepada pembuat produk, distributor, pengecer, pelanggan sepanjang rantai.
Supply chain biasanya melibatkan variasi dari tingkat-tingkat. Tingkat-tingkat ini meliputi:
Rantai pasokan merupakan hal yang dinamis dan melibatkan aliran informasi yang konstan, produk, dan keuangan antar tingkat-tingkat yang berbeda. Pada kenyataannya, tujuan utama dari berbagai rantai pasokan adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dan dalam prosesnya, menghasilkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Rantai pasokan menimbulkan gambaran atas pergerakan produk atau pasokan dari supplier kepada pembuat produk, distributor, pengecer, pelanggan sepanjang rantai.
Supply chain biasanya melibatkan variasi dari tingkat-tingkat. Tingkat-tingkat ini meliputi:
- Pelanggan
- Pengecer
- Distributor
- Pembuat produk
- Komponen atau supplier bahan baku.
Penjelasan:
Tiap-tiap tingkat dari rantai pasokan dihubungkan melalui aliran produk, informasi, dan keuangan. Aliran ini biasanya terjadi secara langsung dan mungkin diatur oleh satu tingkat atau perantara. Tiap-tiap tingkat tidak ingin ditunjukkan dalam rantai pasokan. Rancangan rantai pasokan yang tepat tergantung pada kebutuhan pelanggan dan peran yang dijalankan oleh tiap-tiap tingkat yang terlibat.
Tujuan dari tiap rantai pasokan seharusnya untuk memaksimumkan keseluruhan nilai. Nilai dari rantai pasokan berbeda antara apakah hasil akhir tersebut berharga bagi pelanggan dan biaya rantai pasokan yang terjadi dalam pengisian permintaan pelanggan.
Rancangan, perencanaan, dan kaputusan operasi menjalankan peran penting dalam kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan.
Tahap-tahap dalam pembuatan keputusan rantai pasokan:
Tiap-tiap tingkat dari rantai pasokan dihubungkan melalui aliran produk, informasi, dan keuangan. Aliran ini biasanya terjadi secara langsung dan mungkin diatur oleh satu tingkat atau perantara. Tiap-tiap tingkat tidak ingin ditunjukkan dalam rantai pasokan. Rancangan rantai pasokan yang tepat tergantung pada kebutuhan pelanggan dan peran yang dijalankan oleh tiap-tiap tingkat yang terlibat.
Tujuan dari tiap rantai pasokan seharusnya untuk memaksimumkan keseluruhan nilai. Nilai dari rantai pasokan berbeda antara apakah hasil akhir tersebut berharga bagi pelanggan dan biaya rantai pasokan yang terjadi dalam pengisian permintaan pelanggan.
Rancangan, perencanaan, dan kaputusan operasi menjalankan peran penting dalam kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan.
Tahap-tahap dalam pembuatan keputusan rantai pasokan:
- Strategi atau rancangan rantai pasokan.
Selama tahap ini memberikan rencana pemasaran dan penentuan harga
bagi produk, perusahaan memutuskan bagaimana struktur rantai pasokan
pada beberapa tahun ke depan.
- Perencanaan rantai pasokan.
Keputusan yang dibuat selama tahap ini kerangka waktu yang
dipertimbangkan adalah seperempat tahun. Susunan rantai pasokan
ditentukan fase strategic yang telah pasti. Susunan ini menentukan
hambatan yang ada. Keberhasilan perencanaan untuk memaksimumkan surplus
rantai pasokan yang dapat dihasilkan dengan perencanaan memberikan
hambatan yang timbul selama fase design atau strategic.
- Operasi rantai pasokan
Waktu yang digunakan disini adalah mingguan atau harian, dan selama
fase ini perusahaan membuat keputusan berdasarkan order pelanggan
individual.
Referensi :
Chopra,
Sunil & Peter Meindl. 2007. Supply Chain Management: Strategy,
Planning & Operations, 3rd Edition. Pearson Prentice
Supply Chain Management, Mudahkan Sistem Distribusi Barang Ke Ritel
Guna memberi jaminan ketersediaan berbagai produk bagi ribuan pelanggannya setiap hari, serta menciptakan efisiensi bagi dirinya dan para pemasok
Supply Chain Management, Mudahkan Sistem Distribusi Barang Ke Ritel
Guna memberi jaminan ketersediaan berbagai produk bagi ribuan pelanggannya setiap hari, serta menciptakan efisiensi bagi dirinya dan para pemasok
Fungsi Supply Chain Management
Ada dua fungsi SCM, yaitu (Zabidi, 2001, p5) :
- SCM secarafisik mengkonversibahan bakumenjadi produkjadi danmenghantarkannyake pemakai akhir. Fungsi pertama ini berkaitan dengan ongkos-ongkos fisik, yaitu ongkos material,ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi, dan sebagainya.
- SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa yang disuplaioleh rantai suplai mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut. Fungsi kedua ini berkaitan dengan biaya-biaya survey pasar, perancangan produk, serta biaya-biaya akibat tidak terpenuhinya aspirasi konsumen oleh produk yang disediakan oleh sebuah rantai suplai. Ongkos-ongkos ini bisa berupa ongkos markdown, yakni penurunan harga produk yang tidak laku dijual dengan harga normal, atau ongkos kekurangan supply yang dinamakan dengan stockout cost.
Sistem Persediaan Bertingkat ( Multiechelon Inventory)
Secara luas, teori multiechelon inventory ditujukan pada berbagai masalah
inventori yang melibatkan dua atau lebih
suplai atau fasilitas produksi yangsaling berkaitan.
Eselon sendiri memiliki definisi sistem
yang terdiri dari stok yang terdapat pada instalasi tersebut ditambah
stok yang terdapat pada tempat penyimpanan atau persediaan pada
instalasi level bawahnya (Hadley dan Whitin, 1963, p4).
Struktur Sistem Multiechelon Inventory
Struktur paling umum dari sistem
persediaan multieselon adalah satuketerlibatan
sejumlah pengecer (toko, fasilitas, instalasi, basis) dalam
bisnisuntuk memenuhi permintaan pelanggan untuk produk. Sistem
multi inventoridapat juga digambarkan
sebagai jaringan langsung dimana node mewakiliberbagai aktivitas atau fasilitas dalam
sistem dan linkage mewakili aliranbarang. Bila jaringan memiliki paling banyak satu
hubungan kedatangan untuk tiap node dan alirannya
bersifat acyclic (tidak terdapat loop dalam
jaringan),maka dikatakan struktur pohon terbalik atau arborescene. Bila
dipandang sebagai jaringan langsung, tampak bahwa dapat terjadi sistem
yang sangat
kompleks. Pengecer dapat memperoleh suplai lebih dari satu wholesaler, atau wholesaler dapat membeli lebih dari satu pabrik, atau mungkin pengecer dapat menyuplai pengecer lainnya. Jumlah kombinasi tersebut sangat besar. Namun,
kebanyakan teori multiechelon inventory dibatasi pada struktur arborescene.
Pada struktur arborescene, berbagai level sistem diidentifikasi sebagaieselon
dan permasalahan ditujukan pada
keseluruhan multiechelon. Terdapat dua macam
struktur arborescene yang biasa digunakan dalam literatur. Seperti pada gambar,
Pertama adalah struktur seri, terdiri dua atau lebihaktivitas dengan tiap eselon hanya menyuplai satu pada eselon bawahnya.Kedua, struktur paralel yang terdiri dari sejumlah aktivitas
pemenuhan kebutuhan eksternal secara independent.
Permasalahan Pengendalian Inventori Multi-aktivitas
Dipandang sebagai jaringan aktivitas, dengan permintaan eksternal
terjadi pada beberapa aktivitas,
permasalahan pengendalian inventori multi-aktivitas yangdasar mengikuti
aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan, yang menjadikan fungsi jaringan
sebagai fungsi waktu dan pemenuhan objektif tertentu, seperti minimasi
biaya atau memenuhi level pelayanan pelanggan. Pasangan kebijakan, untuk
tiap sistem, biasanya meliputi kebijakan pemesanan (ordering) dan
kebijakan suplai (supply). Situasi yang menyebabkan perbedaan kebijakan
keduanya adalah dimana terjadi stok yang tak mencukupi (pada demand yang
random atau penyebab lainnya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar